Pertanyaan terbesar dalam hidup
kita adalah “mengapa kita mengerjakan tugas yang sudah kita rencanakan?”
terkadang kita berniat menyelesaikan tugas di waktu itu juga namun baru 10
menit fokus kita teralihkan ketika melihat layar HP. Kita teralihan pada
hal-hal yang sebenarnya kita sendiri sadari bahwa hal-hal tersebut tidak
penting untuk kita. Itu semua karena kita terdistraksi. Alasan mengapa
seseorang terdistraksi yaitu:
1. Sesuatu yang
merenggut fokus dari hal yang biasa kita kerjakan.
2. Masalahnya
dari dalam diri sendiri. Terkadang otak kita tidak berhenti memikirkan hal lain
saat melakukan sesuatu hal.
3. Tidak tahu
mau melakukan apa, kita tidak memiliki perencanaan. Jadi fokus kita
dikendalikan oleh kondisi eksternal sehingga ketika ada stimulus dari luar maka
kamu akan ikut dengan stimulus itu, ada stimulus lain terpengaruh lagi, dan
seterusnya. Kita ibaratnya hanya hidup dalam bayang-bayang
orang lain.
Kita terdistraksi karena
berkeinginan untuk menghindari perasaan tidak enak terhadap kegiatan yang ingin
kita lakukan. Misalnya mau belajar, pikirannya bosan dengan pelajaran tersebut.
Padahal sebenarnya kita tahu banyak tugas
yang ingin kita kerjakan tapi kita terlanjur terdistraksi. Ini beberapa
cara yang mungkin kita lakukan untuk melatih fokus:
1. Ketahui apa
yang seharusnya kita lakukan pada waktu tersebut. Coba jawab pertanyaan ini,
’apa yang seharusnya kamu lakukan di pukul 13.30 nanti?’. Kalau kamu masih
bingung, itu artinya kamu belum menetapkan jadwal kegiatanmu.
2. Buat
jadwalnya, kita seharusnya tahu waktu yang kita punya kita harus melakukan apa.
Misalnya, dalam satu hari ke depan kita harus tahu apa yang harus kita lakukan,
kapan? dan berapa lama?
3. Jika sudah
waktunya untuk belajar, maka siapkan lingkungannya. Jika tidak butuh smartphone
maka jauhkan smartphone dari lingkungan belajar tersebut. Dan desain
lingkunganmu untuk mendukung fokus.
4. Kalau
misalnya sudah menyediakan lingkungan namun kita kembai lagi terdistraksi dari
dalam. Caranya adalah tunda distraksi.
Misalnya ketika mengerjakan sesuatu tiba-tiba kepikiran kepingin buka
smartphone maka caranya adalah katakan pada diri kita untuk menunda 10 menit
lagi untuk melakukan hal tersebut. Jadi, ketika terdistraski kita hanya butuh
menjawab gangguan tersebut, tidak mesti melakukan gangguan yang muncul dari
dalam karena kita hanya butuh kepastian saja. Dengan seperti itu keinginan
untuk melakukan hal lain akan meturun.
5. Yang
terpenting dari kesemuanya adalah di awal-awal mungkin kita akan gagal. No
problem, yang perlu kita sadari adalah kita dalam proses memperbaiki diri kita
hanya butuh bersabar, dan berusaha mengulang-ulanginya.
6. Perhatikan
konsentrasi
Menurut Dr. Ibrahim Elfiky hukum
konsentrasi adalah hukum paling kuat. “apapun yang menjadi pusat konsentrasi ia
akan memgaruhi sikap, perasaan, dan perilaku”. Konsentrasi dapat menyebabkan
tiga hal yaitu ketidakpedulian, generalisasi dan imajinasi. Ketika kita
konsentrasi pada sesuatu, akal akan menepis informasi lain untuk memberikan
tempat pada sesuatu yang menjadi pusat perhatian kita. Ia juga melakukan
generalisasi pusat perhatian hingga perasaan tergerak dan melahirkan perilaku.
Misalnya, ketika kita membuka Instagram dengan tujuan untuk melihat info
pendidikan. Namun, ketika pertama kali membuka instagram muncul sebuah
informasi lain yang membuat kita tertarik sehingga konsentrasi kita beralih.
Jadi, kuncinya adalah ketika konsentrasi lain hadir di pikiran kita maka kita
harus kembalikan pada konsentrasi pertama sebagai gantinya. Karena kita akan
melakukan sesuatu sesuai dengan apa yang ada di pikiran kita dan pikiran adalah
awal dari segala sesuatu. Apapun yang membuat kita konsentrasi, ia akan
menjadikan kita fokus dan merasakannya. Akal akan mengabaikan segala sesuatu
yang lain supaya kita bisa memberikan perhatian lebih pada sesuatu yang menjadi
objek konsentrasi. Ingat! Akal manusia tidak bisa terkonsentrasi pada dua
hal atau lebih dari satu waktu.