Kamis, 10 September 2020

AGAR MENUNGGU, TAK SEKEDAR MENUNGGU KATA 'ACC'

Mencapai gelar serjana di suatu perguruan tinggi melalui sebuah proses yang panjang, proses ini dilakukan untuk mencapai kualitas diri sesuai yang dicita-citakan, sehingga kebanyakan mahasiswa berusaha mengambil ilmu yang bermanfaat untuk pencapaian kualitas diri lebih baik, untuk menjadi teladan masyarakat karena pendidikan tidak hanya sebatas serjana tetapi pendidikan sepanjang hayat.

Sarjana dan yudisium bahkan wisuda merupakan satu paket untuk sebuah keabsahan gelar sang mahasiswa. Namun, dibalik foto-foto bahagia tentang kelulusan wisudawan/wisudawati terdapat proses yang panjang dan penuh perjuangan. Perjuangan menyelesaikan tugas kuliah, hidup jauh dari keluarga, dan paling terkenal adalah perjuangan menunggu dosen, terutama bagi mahasiswa yang sedang dalam tahap penyelesaian tugas akhir.

Mahasiswa semester akhir merupakan mahasiswa yang sedang giat-giatnya melakukan bimbingan untuk penyelesaian skripsi. Menunggu merupakan kata yang tidak asing lagi dikalangan mahasiswa, apalagi bagi mereka yang sedang dalam tahap penyelesaian tugas akhir. Menunggu merupakan kata yang paling booming dikalangan mahasiswa siswa semester akhir. Menunggu merupakan pekerjaan mahasiswa terutama mahasiswa semester akhir, seperti menunggu untuk bimbingan dengan dosen, menuggu pengurusan berkas untuk ujian, menunggu pengumuman jadwal ujian, menunggu kepastian dari dosen, menunggu masa penelitian, menunggu balasan WA dosen, dan menunggu kata ACC dari dosen.

Menunggu merupakan pekerjaan yang membosankan bukan?, karena harus menyisakan waktu untuk menanti kedatangan kabar  yang diharapkan. Menunggu akan sangat membosankan ketika tidak ada kepsatian karena banyak waktu yang tersita hingga berjam-jam. Bahkan tidak sedikit mahasiswa yang merasa bahwa dalam proses menunggu mereka terlalu fokus untuk menanti kedatangan dosen ataupun info-info tentang tugas akhir, sehingga mereka merasa memiliki sedikit waktu untuk ibadah kepada Allah azza wa jalla. Namun, Kebanyakan juga dari mahasiwa lebih memilih untuk bermain gadget, live streaming dan membuka sosial media untuk mengisi kekosongan saat menunggu.

Melalui potret ini seakan-akan menunggu merupakan hal yang sama sekali tidak ada manfaat bagi subjeknya. Oleh karena itu, untuk memanfaatkan waktu-waktu menunggu agar tak sekadar menunggu, sehingga membuahkan hasil yang lebih bermanfaat, sertakan hal-hal kecil yang mendulang pahala dari Allah azza wa jalla. Untuk itu, salah satu hal yang dapat dilakukan saat menunggu yaitu mengisi moment menunggu dengan ibadah-ibadah kecil seperti memperbanyak istighfar.

Istigfar merupakan ibadah lisan yang bisa dilakukan kapan saja, termasuk saat-saat menunggu untuk bimbingan. Manfaatkan waktu menunggu dengan memperbanyak istigfar kepada Allah azza wa jalla. Menunggu sesuatu yang pasti saja biasanya membuat kebanyakan mahasiswa kurang sabar apalagi sesuatu yang tidak pasti. Oleh karena itu, memperbanyak istighfar yang benar kepada Allah azza wa jalla InsyaAllah akan mengurangi amarah dan membuat lebih sabar menunggu. Selain itu, hasil dari proses menunggu yaitu diinginkannya dimudahkan bimbingan dan pengurusan tugas semester akhir maka perbanyak istigfar karena salah satu manfaat insigfar yaitu akan mandapat cinta Allah azza wa jalla. Sebagimana dalam terjemahan qur’an Ali Imran ayat 33 yaitu, “ Katakan Muhammad jika kita mencintai Allah, maka buktikan cinta kita”. Jadi, libatkan Allah dalam setiap urusan kehidupan. Meskipun sibuk dengan urusan skripsi tetap libatkan Allah, Bosan menunggu ingat Allah dengan banyak-banyak beristigjfar karena salah satu manfaat istigfar yaitu dimudahkannya urusan orang-orang yang senantiasa beritigfar kepada Allah azza wa jalla. Jadi, jika sudah mendapatkan cinta Allah azza wa jalla, tanpa meminta pun, Allah akan berikaan. Allah akan melengkapi kebutuhan-kebutuhan orang-orang yang senantiasa beristigfar tanpa meminta sekalipun.

Belajar dari suatu kisah tukang Roti  pada masa Imam Ahmad bi Hambal yang selalu memanfaatkan waktu untuk beristigfar kepada Allah azza wa jalla. Seorang tukang roti yang selalu memanfaatkan waktunya untuk beristigfar bahkan sampai membuat roti setiap waktunya beristigfar kepada Allah azza wa jalla  dengan istigfar yang benar.  Kebutuhan-kebutuhan si tukang roti selalu terkabul karena Tukang roti tersebut sangat meyakini dan memahami bahwa apa yang di inginkannya selalu terkabul dengan istigfar kepada Allah azza wa jalla. Kata Ibnu Qoyyim Al Jauziah, “jika memiliki permohonan yang begitu banyak tapi hanya memiliki waktu yang singkat, maka cukup perbanyak dengan istigfar kepada Allah azza wa jalla”. Jika tukang roti yang sibuk dengan membuat roti bisa memanfaatkan waktu untuk beribdah kepada Allah azza wa jalla, apalagi mahasiswa semester akhir yang memiliki banyak waktu kosong di saat-saat menunggu bimbingan dosen.

Jadi, jadikan setiap waktu adalah ibadah karena sesungguhnya bukan karena seseorang tidak meiliki waktu yang lapang, hanya saja seseorang tidak pernah memprioritaskan dan menanamkan dalam hati. Dengan begitu, menunggu bukanlah sesuatu yang membosankan tapi mengajarkan kesabaran dan memberikan kesempatan yang banyak untuk beribadah kepada Allah azza wa jalla. Manfaatkan waktu luang dengan hal-hal yang lebih bermanfaat dan mendekatkan diri kepada Allah. Jadikan menunggu tak sekedar  menunggu tetapi menjadi ladang untuk mendulang pahala kepada Allah azza wa jalla dengan memperbanyak istigfar. Agar menunggu, tak sekedar menunggu kata ACC.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

AGAR FOKUS DAN KONSISTEN DALAM HAL APAPUN

  Pertanyaan terbesar dalam hidup kita adalah “mengapa kita mengerjakan tugas yang sudah kita rencanakan?” terkadang kita berniat menyelesai...