Mencapai gelar serjana di suatu perguruan tinggi melalui
sebuah proses yang panjang, proses ini dilakukan untuk mencapai kualitas diri
sesuai yang dicita-citakan, sehingga kebanyakan mahasiswa berusaha mengambil
ilmu yang bermanfaat untuk pencapaian kualitas diri lebih baik, untuk menjadi
teladan masyarakat karena pendidikan tidak hanya sebatas serjana tetapi
pendidikan sepanjang hayat.
Sarjana dan yudisium bahkan wisuda merupakan satu paket untuk sebuah keabsahan
gelar sang mahasiswa. Namun, dibalik foto-foto bahagia tentang kelulusan
wisudawan/wisudawati terdapat proses yang panjang dan penuh perjuangan. Perjuangan
menyelesaikan tugas kuliah, hidup jauh dari keluarga, dan paling terkenal
adalah perjuangan menunggu dosen, terutama bagi mahasiswa yang sedang dalam
tahap penyelesaian tugas akhir.
Mahasiswa semester akhir merupakan mahasiswa yang sedang
giat-giatnya melakukan bimbingan untuk penyelesaian skripsi. Menunggu merupakan
kata yang tidak asing lagi dikalangan mahasiswa, apalagi bagi mereka yang
sedang dalam tahap penyelesaian tugas akhir. Menunggu merupakan kata yang
paling booming dikalangan mahasiswa siswa semester akhir. Menunggu
merupakan pekerjaan mahasiswa terutama mahasiswa semester akhir, seperti
menunggu untuk bimbingan dengan dosen, menuggu pengurusan berkas untuk ujian,
menunggu pengumuman jadwal ujian, menunggu kepastian dari dosen, menunggu masa
penelitian, menunggu balasan WA dosen, dan menunggu kata ACC dari dosen.
Menunggu merupakan pekerjaan yang membosankan bukan?, karena harus
menyisakan waktu untuk menanti kedatangan kabar yang diharapkan. Menunggu akan sangat
membosankan ketika tidak ada kepsatian karena banyak waktu yang tersita hingga
berjam-jam. Bahkan tidak sedikit mahasiswa yang merasa bahwa dalam proses
menunggu mereka terlalu fokus untuk menanti kedatangan dosen ataupun info-info
tentang tugas akhir, sehingga mereka merasa memiliki sedikit waktu untuk ibadah
kepada Allah azza wa jalla. Namun, Kebanyakan juga dari mahasiwa lebih memilih
untuk bermain gadget, live streaming dan membuka sosial media
untuk mengisi kekosongan saat menunggu.
Melalui potret ini seakan-akan menunggu merupakan hal yang
sama sekali tidak ada manfaat bagi subjeknya. Oleh karena itu, untuk memanfaatkan
waktu-waktu menunggu agar tak sekadar menunggu, sehingga membuahkan hasil yang
lebih bermanfaat, sertakan hal-hal kecil yang mendulang pahala dari Allah
azza wa jalla. Untuk itu, salah satu hal yang dapat dilakukan saat menunggu
yaitu mengisi moment menunggu dengan ibadah-ibadah kecil seperti memperbanyak
istighfar.
Istigfar merupakan ibadah lisan yang bisa dilakukan kapan
saja, termasuk saat-saat menunggu untuk bimbingan. Manfaatkan waktu menunggu
dengan memperbanyak istigfar kepada Allah azza wa jalla. Menunggu
sesuatu yang pasti saja biasanya membuat kebanyakan mahasiswa kurang sabar
apalagi sesuatu yang tidak pasti. Oleh karena itu, memperbanyak istighfar yang
benar kepada Allah azza wa jalla InsyaAllah akan mengurangi amarah dan
membuat lebih sabar menunggu. Selain itu, hasil dari proses menunggu yaitu
diinginkannya dimudahkan bimbingan dan pengurusan tugas semester akhir maka
perbanyak istigfar karena salah satu manfaat insigfar yaitu akan mandapat cinta
Allah azza wa jalla. Sebagimana dalam terjemahan qur’an Ali Imran ayat 33
yaitu, “ Katakan Muhammad jika kita mencintai Allah, maka buktikan cinta kita”. Jadi,
libatkan Allah dalam setiap urusan kehidupan. Meskipun sibuk dengan urusan
skripsi tetap libatkan Allah, Bosan menunggu ingat Allah dengan banyak-banyak
beristigjfar karena salah satu manfaat istigfar yaitu dimudahkannya urusan
orang-orang yang senantiasa beritigfar kepada Allah azza wa jalla. Jadi, jika
sudah mendapatkan cinta Allah azza wa jalla, tanpa meminta pun, Allah akan
berikaan. Allah akan melengkapi kebutuhan-kebutuhan orang-orang yang senantiasa
beristigfar tanpa meminta sekalipun.
Belajar dari suatu kisah tukang Roti pada masa Imam Ahmad bi Hambal yang selalu
memanfaatkan waktu untuk beristigfar kepada Allah azza wa jalla. Seorang tukang
roti yang selalu memanfaatkan waktunya untuk beristigfar bahkan sampai membuat
roti setiap waktunya beristigfar kepada Allah azza wa jalla dengan istigfar yang benar. Kebutuhan-kebutuhan si tukang roti selalu
terkabul karena Tukang roti tersebut sangat meyakini dan memahami bahwa apa
yang di inginkannya selalu terkabul dengan istigfar kepada Allah azza wa
jalla. Kata Ibnu Qoyyim Al Jauziah, “jika memiliki permohonan yang begitu
banyak tapi hanya memiliki waktu yang singkat, maka cukup perbanyak dengan
istigfar kepada Allah azza wa jalla”. Jika tukang roti yang sibuk dengan
membuat roti bisa memanfaatkan waktu untuk beribdah kepada Allah azza wa
jalla, apalagi mahasiswa semester akhir yang memiliki banyak waktu kosong di
saat-saat menunggu bimbingan dosen.
Jadi, jadikan setiap waktu adalah ibadah karena sesungguhnya
bukan karena seseorang tidak meiliki waktu yang lapang, hanya saja seseorang
tidak pernah memprioritaskan dan menanamkan dalam hati. Dengan begitu, menunggu
bukanlah sesuatu yang membosankan tapi mengajarkan kesabaran dan memberikan
kesempatan yang banyak untuk beribadah kepada Allah azza wa jalla. Manfaatkan
waktu luang dengan hal-hal yang lebih bermanfaat dan mendekatkan diri kepada
Allah. Jadikan menunggu tak sekedar
menunggu tetapi menjadi ladang untuk mendulang pahala kepada Allah azza
wa jalla dengan memperbanyak istigfar. Agar menunggu, tak sekedar menunggu
kata ACC.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar